Mengontrol Tekanan Darah Tanpa Pengobatan

tekanan darah

Pergantian pola hidup adalah langkah awal untuk mengatur desakan darah supaya masih normal tanpa ada memakai penyembuhan. Bila seorang mempunyai desakan darah tinggi (140/90) jadi butuh untuk hindari rutinitas yang bisa mengakibatkan penambahan desakan darah. Tersebut akan dibicarakan beberapa pola hidup yang bisa menolong mengatur desakan darah supaya masih normal.

Turunkan berat tubuh sampai disebutkan ideal
Desakan darah kerap bertambah waktu berat tubuh bertambah. Keunggulan berat tubuh dapat juga mengakibatkan masalah pernapasan waktu tidur (sleep apnea) yang makin tingkatkan desakan darah. Penurunan berat tubuh adalah salah satu pergantian pola hidup yang sangat efisien untuk mengatur desakan darah. Penurunan berat tubuh dalam jumlahnya yang kecil masih bisa turunkan desakan darah. Penurunan berat tubuh sebesar 9 kg bisa turunkan desakan darah sampai 5-20 mmHg atau seputar 1 mmHg per kilogramnya. Tidak hanya berat tubuh, seorang juga butuh turunkan lingkar pinggangnya untuk turunkan desakan darahnya.

Lakukan berolahraga atau kegiatan fisik dengan cara rutin
Dalam suatu riset tahun 2013 tunjukkan jika orang lansia yang lebih aktif dalam lakukan berolahraga aerobic alami penurunan desakan darah rata-rata 3, 9% sistolik serta 4, 5% diastolik atau seputar 4-9 mmHg. Waktu tengah olahraga, dengan teratur tingkatkan detak jantung serta pernapasan hingga lama kelamaan jantung bisa jadi lebih kuat serta memompa darah lebih mudah. Keadaan itu bisa kurangi desakan pada arteri serta turunkan desakan darah. Bila seorang mempunyai desakan darah tinggi serta lakukan kegiatan fisik dengan cara teratur minimum 30 menit sehari-hari jadi bisa turunkan desakan darah seputar 5-8 mmHg. Beberapa contoh berolahraga yang bisa turunkan desakan darah seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang atau menari. Berkonsultasilah dengan dokter bila ingin tingkatkan type berolahraga.

Konsumsi makanan sehat
Makanan sehat seperti biji-bijian, buah, sayuran, product susu rendah lemak serta makanan yang memiliki kandungan rendah lemak serta cholesterol bisa turunkan desakan darah sampai 11 mmHg pada seorang yang mempunyai desakan darah tinggi. Merubah rutinitas makan tidak lah ringan, tersebut beberapa panduan yang bisa dikerjakan :

  • Tingkatkan mengkonsumsi kalium serta kurangi mengkonsumsi natrium. Makanan yang memiliki kandungan kalium atau potassium bisa menolong kurangi dampak natrium pada desakan darah. Sumber kalium terunggul ialah makanan seperti buah, sayuran, product susu rendah lemak, serta ikan. Berkonsultasilah dengan dokter atau pakar gizi untuk mendapat makanan memiliki kandungan tinggi kalium. Pengurangan natrium dalam jumlahnya sedikit telah bisa kurangi desakan darah seputar 5-6 mmHg bila seorang mempunyai desakan darah tinggi.
  • Kurangi mengkonsumsi makanan olahan atau kaleng. Biasanya makanan olahan mempunyai kandungan garam yang tinggi. Makanan yang mempunyai label rendah lemak, biasanya memiliki kandungan tinggi garam serta gula.
  • Bacalah label komposisi makanan sebelum saat membelinya.
  • Konsumsi makanan yang tinggi protein. Pada riset tahun 2014 diketemukan jika seorang yang konsumsi semakin banyak protein jadi mempunyai kemungkinan lebih rendah alami desakan darah tinggi. Seorang yang konsumsi protein rata-rata 100 gr /hari, mempunyai kemungkinan lebih rendah alami desakan darah tinggi. Makanan yang mempunyai kandungan protein tinggi ialah ikan laut, telur, daging ayam tanpa ada lemak, daging sapi tanpa ada lemak, kacang-kacangan, keju.

Berhenti merokok
Berhenti merokok sangatlah baik untuk kesehatan. Merokok bisa mengakibatkan penambahan desakan darah dengan cara langsung tetapi berbentuk sesaat dan tingkatkan detak jantung. Dalam periode panjang, bahan kimia dalam tembakau bisa tingkatkan desakan darah dengan mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh darah, mengakibatkan peradangan serta mempersempit arteri. Arteri yang mengeras bisa mengakibatkan desakan darah tambah tinggi. Meskipun seorang tidak merokok, tetapi dengan ada di ruang seputar asap rokok jadi bahan kimia tembakau dapat juga memengaruhi pembuluh darahnya. Berdasar pada suatu riset, anak-anak yang mempunyai bagian keluarga yang merokok di rumah tunjukkan mempunyai desakan darah yang tambah tinggi dibanding yang datang dari rumah bebas asap rokok.

Hindari mengkonsumsi kafein
Masih tetap ada perbincangan mengenai dampak cafein dalam desakan darah. Kafien di ketahui bisa tingkatkan desakan darah sampai 10 mmHg pada seorang yang tidak sering mengonsumsinya. Untuk lihat dampak cafein pada penambahan desakan darah, check desakan darah 30 menit sesudah konsumsi minuman berkafein. Bila desakan darah bertambah 5-10 mmHg, jadi peluang badan peka pada dampak penambahan desakan darah oleh cafein.

Berhenti untuk konsumsi alkohol
Alkohol bisa tingkatkan desakan darah, meskipun dalam kondisi sehat. Alkohol bisa tingkatkan desakan darah 1 mmHg tiap-tiap 10 gr alkohol yang dikonsumsi. Dengan kurangi atau berhenti mengkonsumsi alkohol bisa turunkan desakan darah sampai 2-4 mmHg

Hindari stress yang berlebihan
Stress kritis bisa mengakibatkan desakan darah tinggi. Stress yang berbentuk sesaat dapat juga mengakibatkan penambahan desakan darah tinggi bila merespon stress dengan konsumsi makanan tidak sehat, konsumsi alkohol atau merokok. Cara-cara bisa dikerjakan untuk kurangi tingkat stress, seperti :

  • Hindari penyebab stress sedapat mungkin, seperti jalan raya yang repot dalam perjalanan ke kantor.
  • Menyempatkan diri bersantai serta lakukan aktivitas yang disukai
  • Menyempatkan diri sehari-hari untuk duduk dengan tenang
  • Menyempatkan diri untuk lakukan hoby yang menyenangkan seperti jalan-jalan, memasak.
  • Ikuti kelas yoga atau meditasi

Lakukan kontrol desakan darah didalam rumah dengan cara teratur
Kontrol desakan darah dengan cara teratur mempunyai tujuan untuk lihat efek pergantian pola hidup serta menjadi pelajari therapy penyembuhan yang dikerjakan. Diluar itu, berkonsultasi dengan dokter dengan teratur untuk mengatur desakan darah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *